5 Desember 2008 pada 9:54 am (Ciloteh Palanta)
Menjadi wartawan Singgalang bagiku adalah sebuah kebanggaan. Aku masuk Singgalang 1993, tepatnya ketika aku mulai menginjakan kaki di bangku kuliah di IAIN Imam Bonjol Padang. Sebagai mahasiswa aku dituntut mengekspresi diri dengan menulis, selain itu menulis sudah menjadi hobi dari masa SLTP.
Aku masih teringat di masa SLTP itu aku diajari pamanku untuk menulis diary guna mengevaluasi seluruh kegiatan harian. Dan semasa sekolah di SMA 5 Padang aku aktif dikegiatan mading sekolah dan mencoba menuliskan laporan kegiatan sekolah untuk DSKS Surat Kabar Mingguan Canang.
Ketika suatu kali aku bertemu dengan bapakku Adi Bermasa –kupanggil bapak karena beliau dulu pernah sama-sama sekolah PGA & IAIN bersama dengan ayahku– , yang kemudian melihat kliping laporan-laporanku di Canang. Waktu itu Pak Adi yang akrab dipanggil Mak Abe itu menjadi Redaktur Pelaksana di Harian Singgalang merekomendasikan aku untuk menulis di Koran Masuk Sekolah (KMS) edisi khusus Singgalang untuk anak-anak sekolah.
Baca entri selengkapnya »
Tinggalkan sebuah Komentar
5 Desember 2008 pada 7:05 am (Ciloteh Palanta)
SAYA menjadi wartawan Harian Singgalang di awal tahun 1986. Waktu itu berstatus KL (baca: koresponden lepas) untuk wilayah Bukittinggi dan Agam. Saya berdomisili di Kota Wisata ini, karena saya kuliah di Fakultas Hukum Universitas Muhammadyah.
Di masa itu, Harian Singgalang memiliki perwakilan di Bukittinggi. Ada empat orang wartawan Singgalang yang senior yang mengisi perwakilan. Namanya Nusjirwan Damhoeri, Has Ahmad, Hasril Chaniago dan Adeks Rossie Mukri. Keempatnya sudah karyawan tetap. Mereka menerima gaji tiap bulan meski kadang-kadang suka terlambat. Beda dengan saya yang berstatus KL. Pendapatan saya tergantung dari jumlah berita yang dimuat. Baca entri selengkapnya »
Tinggalkan sebuah Komentar
5 Desember 2008 pada 6:10 am (Ciloteh Palanta)
Selasa pagi 14 Maret 1982 persis tiga hari setelah hari pernikahanku. Setahun tiga bulan aku jadi koresponden Majalah Berita TEMPO. Atau dua bulan setengah setelah Mingguan berubah jadi Harian Singgalang. Aku datang ke Kantor Harian Singgalang di Jalan Veteran Nomor 17 Padang.
Aku memarkir sepeda motorku, CB100 warna merah, di bawah pohon Aru yang tumbuh rindang di tanah kosong yang berumput di sebelah kantor berlantai dua tetangga toko beras itu. Aku sudah biasa ke kantor yang dilantai satunya penuh tumpukan kertas dan mesin-mesin percetakan itu sejak mulai belajar menulis artikel tahun 1978. Baca entri selengkapnya »
Tinggalkan sebuah Komentar
5 Desember 2008 pada 3:49 am (Ciloteh Palanta)
Ketika lima tahun yang silam saya memulai membangun miling list (milis) di internet untuk keperluan `taragak basuo’ dengan para alumni wartawan Singgalang, saya tidak membayangkan bahwa milis itu akhirnya akan menjadi besar dan terus tumbuh. Awalnya saya ikuti sejumlah komunitas milis di internet terutama komunitas jurnalisme yang diprakarsai mantan wartawan Tempo dan Republika, Farid Gaban.
Baca entri selengkapnya »
Tinggalkan sebuah Komentar
22 November 2008 pada 2:42 pm (Dari Dapua)
Meskipun talambek, warga Palanta Veteran 17 Padang manyampaikan salam dukacita kapado Zul Effendi, ateh bapulangnyo orang gaek awak baru-baru ko di Bukiktinggi.
Mudah-mudahan arwah baliau ditarimo di tampek nan elok dek Allah SWT dan Zul Effendi basarato keluarga besar nan ditinggakan bisa tabah mahadoki cobaan ko, amiin ya rabbal alaamin.
Tinggalkan sebuah Komentar